TMA dan Telkom University Perkuat Sinergi Akademik–Industri Melalui Proyek AI Social Media & News Analytics

Dalam era transformasi digital yang bergerak semakin cepat, kolaborasi antara dunia industri dan dunia akademik menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan talenta digital yang siap menghadapi tantangan nyata di lapangan. Sebagai perusahaan teknologi yang berfokus pada pengembangan solusi data, kecerdasan buatan, dan platform digital, PT Tech Mayantara Asia (TMA) terus berkomitmen membangun hubungan yang erat dengan berbagai perguruan tinggi, salah satunya Telkom University (Tel-U).
Kerja sama antara TMA dan Telkom University tidak hanya sebatas program magang atau praktik kerja lapangan, tetapi juga mencakup pembimbingan proyek, pengembangan kompetensi mahasiswa, pelatihan teknologi terkini, hingga pengenalan tantangan industri yang sesungguhnya. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademis, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan solusi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Salah satu bentuk nyata kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program pembimbingan mahasiswa tingkat akhir Program Studi Informatika Fakultas Informatika Telkom University yang mengembangkan sebuah solusi berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk analisis berita dan media digital. Tim mahasiswa tersebut dipimpin oleh I Made Dwi Wiryawan Raditya sebagai Project Manager, bersama rekan-rekan satu tim yang terdiri dari AI Engineer, Front-end Developer, Back-end Developer, dan Quality Assurance Engineer (M. Reyenno Rakhazhillan S., Farhan Ahmad Naufal, Galuh Ambar Setiana, Fransiskus Harris B. dan Timothy Hinsan Widjaja, Rizky Abadi).
Puncak kegiatan ini dilaksanakan pada 12 Juni 2026, ketika tim mahasiswa melakukan presentasi akhir (final project presentation) di hadapan dosen pembimbing, mentor industri, dan pihak terkait yang terlibat dalam program kerja sama akademik tersebut.
Proyek yang dikembangkan mengangkat tema yang sangat relevan dengan perkembangan era informasi saat ini, yaitu bagaimana membantu pengguna mengatasi fenomena information overload akibat besarnya volume berita digital yang dipublikasikan setiap hari. Tim mahasiswa mengidentifikasi bahwa analis bisnis, jurnalis, peneliti, dan pengambil keputusan sering menghadapi kesulitan dalam memantau sentimen publik, tren berita, dan dampak sektoral secara cepat dan objektif karena harus membaca berita dari banyak sumber secara manual.
Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, tim mengembangkan sebuah platform bernama Briefly – News Summarize AI Agent, sebuah sistem berbasis kecerdasan buatan yang mampu melakukan proses pengumpulan berita, pengelompokan topik, peringkasan otomatis, analisis sentimen, hingga prediksi dampak sektoral secara end-to-end.
Yang menarik, proyek ini tidak hanya berfokus pada aspek akademik semata, tetapi juga dirancang dengan pendekatan engineering yang sangat dekat dengan praktik industri modern. Sistem Briefly dibangun menggunakan arsitektur asynchronous pipeline yang terdiri dari empat worker utama, yaitu proses scraping berita, smart clustering, summarize and sentiment analysis, serta prediksi dampak sektoral sebelum akhirnya ditampilkan melalui dashboard interaktif berbasis web.
Pada tahap pertama, sistem secara otomatis mengumpulkan berita dari berbagai portal berita Indonesia melalui Google News RSS dan melakukan ekstraksi konten menggunakan berbagai teknologi open source. Selanjutnya, berita-berita tersebut dikelompokkan menggunakan teknik embedding dan clustering sehingga berita yang memiliki topik serupa dapat dikumpulkan dalam satu kelompok yang sama. Setelah itu, AI melakukan peringkasan dan analisis sentimen terhadap aktor atau pihak yang disebutkan dalam berita. Tahap terakhir adalah melakukan prediksi sektor industri yang berpotensi terdampak oleh peristiwa yang diberitakan.
Seluruh hasil pemrosesan kemudian ditampilkan melalui dashboard yang memungkinkan pengguna melakukan pencarian, filtering kategori, melihat ringkasan berita, sentimen, serta insight yang telah diproses sebelumnya secara real-time.
Dari perspektif industri, TMA melihat proyek ini sebagai contoh yang sangat baik mengenai bagaimana mahasiswa mampu menerapkan konsep-konsep Data Engineering, Artificial Intelligence, Natural Language Processing (NLP), Machine Learning, dan Software Engineering ke dalam sebuah solusi yang memiliki potensi implementasi nyata.
Salah satu aspek yang mendapatkan perhatian khusus dari mentor TMA adalah bagaimana tim mahasiswa berhasil merancang solusi yang tetap efisien meskipun menggunakan infrastruktur free-tier. Mereka memanfaatkan berbagai teknologi modern seperti Python AsyncIO, Sentence Transformers, Groq LLM, PostgreSQL, Next.js, dan Supabase untuk membangun sistem yang mampu berjalan dengan biaya operasional mendekati nol dolar per bulan.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu membutuhkan infrastruktur mahal. Dengan pemahaman arsitektur yang baik dan pemilihan teknologi yang tepat, mahasiswa mampu membangun solusi yang scalable, modern, dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Bagi TMA, program seperti ini memiliki nilai strategis yang sangat besar. Selain menjadi sarana berbagi pengalaman praktis kepada mahasiswa, kegiatan ini juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara kampus dan industri. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk memahami tantangan nyata dalam membangun produk digital, sementara perusahaan memperoleh perspektif baru dan ide-ide segar dari generasi talenta teknologi berikutnya.
Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari komitmen TMA dalam mendukung pengembangan ekosistem teknologi nasional. Dunia industri membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya kuat secara teoritis, tetapi juga memiliki pengalaman membangun solusi nyata. Oleh karena itu, program magang, praktik kerja lapangan, pembimbingan proyek, dan kolaborasi riset menjadi instrumen penting untuk menjembatani kebutuhan tersebut.
Selama proses pembimbingan, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai aspek teknis pengembangan aplikasi AI, tetapi juga memahami bagaimana sebuah produk dirancang dari perspektif pengguna, bagaimana melakukan validasi solusi, menyusun arsitektur yang efisien, serta mempertimbangkan aspek operasional dan keberlanjutan produk dalam jangka panjang.
Presentasi final yang dilaksanakan pada 12 Juni 2026 menjadi momen penting yang menunjukkan hasil kerja keras tim mahasiswa selama menjalani proses pembelajaran dan pengembangan proyek. Selain mempresentasikan hasil implementasi, tim juga memaparkan roadmap pengembangan ke depan, termasuk peningkatan akurasi analisis, personalisasi pengguna, pengembangan API publik, dan ekspansi cakupan sumber berita.
TMA memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh anggota tim yang dipimpin oleh I Made Dwi Wiryawan Raditya, serta kepada dosen pembimbing Agus Fachrur Rozy, S.Si., M.Stat., yang telah mendukung dan mengarahkan proyek ini hingga tahap akhir.
Ke depan, TMA berharap sinergi dengan Telkom University dapat terus diperkuat melalui berbagai program kolaborasi lainnya. Dengan menggabungkan kekuatan akademik dan pengalaman industri, kedua pihak dapat bersama-sama menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan perkembangan teknologi Indonesia.
Melalui kolaborasi seperti inilah, TMA percaya bahwa masa depan teknologi Indonesia dapat dibangun oleh talenta-talenta muda yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menciptakan solusi nyata untuk menjawab tantangan zaman. Program pembimbingan ini menjadi bukti bahwa ketika kampus dan industri berjalan bersama, lahirlah inovasi yang bukan hanya menjadi tugas akademik, tetapi berpotensi berkembang menjadi produk yang memberikan dampak nyata bagi dunia.