Kembali ke halaman berita

NGOPI TMA Bahas React Native dan AI-Assisted Development, Bangun Kultur Belajar yang Santai dan Produktif

Admin
Diterbitkan 13 Mei 2026
NGOPI TMA Bahas React Native dan AI-Assisted Development, Bangun Kultur Belajar yang Santai dan Produktif

Pada tanggal 8 Mei 2026, TMA kembali menyelenggarakan acara internal bertajuk NGOPI (Ngobrol Pintar IT), sebuah forum diskusi dan berbagi ilmu yang menjadi bagian dari kultur belajar di lingkungan perusahaan. Berbeda dari sekadar sesi sharing teknis biasa, NGOPI telah berkembang menjadi ruang komunikasi terbuka yang mempertemukan ide, pengalaman, dan eksplorasi teknologi dalam suasana yang santai namun tetap berkualitas.

Acara kali ini diselenggarakan dalam format hybrid, yaitu secara online menggunakan platform Discord dan secara offline di kantor TMA Bandung. Pendekatan hybrid tersebut memungkinkan seluruh anggota tim, baik yang bekerja secara remote maupun onsite, dapat ikut terlibat dalam diskusi tanpa batasan lokasi. Suasana diskusi pun terasa hidup sejak awal, dengan interaksi yang aktif antara peserta online dan offline.

Tema utama NGOPI kali ini dibawakan oleh Varyl dan Ibnu, yang mengangkat topik mengenai Tips and Tricks Mobile App Development menggunakan React Native. Materi yang dibahas tidak hanya berfokus pada pengembangan aplikasi mobile secara konvensional, tetapi juga bagaimana perkembangan AI saat ini mulai mengubah cara developer membangun aplikasi dengan lebih cepat, fleksibel, dan efisien.

Dalam pemaparannya, Varyl menjelaskan bagaimana proses pengembangan aplikasi mobile kini mengalami transformasi besar. Jika sebelumnya workflow pengembangan aplikasi dilakukan secara manual mulai dari desain hingga debugging, saat ini developer sudah dapat memanfaatkan pendekatan AI-assisted development untuk mempercepat proses kerja. Materi tersebut menjelaskan transformasi workflow modern dari:

Figma → Coding Manual → Debug Manual → Selesai

menjadi:

Figma → Convert Screenshot to Code → AI membaca struktur folder → AI-Assisted Testing

Pembahasan ini menarik perhatian peserta karena menggambarkan bagaimana AI mulai menjadi partner kerja developer, bukan sekadar tools tambahan. Banyak peserta terlihat antusias ketika Varyl menunjukkan bagaimana AI dapat membantu memahami struktur project, menghasilkan code secara otomatis, hingga membantu testing aplikasi secara lebih efisien.

Selain membahas workflow modern, sesi NGOPI juga mengupas berbagai AI-powered code editor yang saat ini populer digunakan dalam pengembangan aplikasi mobile maupun web. Dalam materi workshop, dibahas beberapa tools seperti Antigravity (Replit), Cursor (Anysphere), dan TRAE (ByteDance).

Ibnu menjelaskan bahwa masing-masing platform memiliki karakteristik yang berbeda. Cursor dikenal sangat kuat untuk pengembangan web dan membutuhkan prompt yang detail, sedangkan TRAE dianggap lebih fleksibel dan mampu memahami prompt sederhana secara lebih natural. Menariknya, TRAE juga dinilai sangat cocok untuk pengembangan mobile app menggunakan React Native karena mampu menghasilkan desain yang lebih dinamis dan dapat terkoneksi langsung dengan Figma maupun image reference.

Diskusi semakin hidup ketika pembahasan masuk ke tahap implementasi React Native menggunakan pendekatan AI-assisted coding. Para peserta diperlihatkan bagaimana proses setup awal dapat dilakukan dengan lebih cepat menggunakan prompt berbahasa Inggris agar AI menghasilkan output yang lebih optimal.

Tidak hanya teori, acara juga diisi dengan live demo project React Native yang membuat suasana semakin interaktif. Demo tersebut memperlihatkan bagaimana aplikasi dapat dijalankan melalui web browser maupun emulator Android Studio dengan proses yang relatif sederhana. Banyak peserta yang langsung mencoba mengikuti langkah-langkah tersebut sambil berdiskusi di Discord channel yang telah disediakan khusus untuk sesi workshop.

Salah satu bagian yang paling menarik perhatian peserta adalah ketika Varyl menjelaskan konsep “Give TRAE Freedom”, yaitu memberikan ruang kepada AI untuk melakukan improvisasi desain dan pengembangan berdasarkan prompt yang diberikan developer. Pendekatan ini membuka perspektif baru bahwa AI bukan hanya alat bantu coding, tetapi juga dapat menjadi creative partner dalam proses pengembangan aplikasi.

Materi lain yang tidak kalah menarik adalah bagaimana TRAE dapat membantu developer melakukan update tampilan aplikasi hanya dengan memberikan gambar referensi dan sedikit prompt tambahan. Hal ini menunjukkan bagaimana teknologi AI mulai mengubah proses UI/UX development menjadi jauh lebih cepat dan adaptif.

Di tengah materi yang cukup teknis, suasana acara tetap terasa santai dan penuh humor. Banyak celetukan ringan yang muncul dari peserta maupun pembicara, namun tetap relevan dan berkualitas. Justru momen-momen spontan seperti itu yang membuat suasana diskusi menjadi cair dan tidak membosankan. Kultur “serius tapi santai” yang selama ini dibangun di TMA terlihat sangat terasa dalam acara NGOPI kali ini.

Selain menjadi wadah belajar teknologi, NGOPI juga memiliki peran penting dalam membangun kultur komunikasi yang sehat di lingkungan perusahaan. Dengan format diskusi yang terbuka, setiap peserta merasa lebih nyaman menyampaikan pendapat, bertanya, maupun berbagi pengalaman. Tidak ada sekat formal yang kaku antara senior maupun junior engineer, sehingga proses belajar berjalan secara alami dan kolaboratif.

Penggunaan Discord sebagai platform utama juga menjadi bagian penting dalam mendukung kultur kerja modern di TMA. Selain digunakan untuk meeting dan diskusi, Discord telah berkembang menjadi media kolaborasi harian yang melengkapi platform komunikasi lain seperti Telegram dan WhatsApp. Dengan fitur voice channel, screen sharing, hingga diskusi berbasis topik, Discord memungkinkan komunikasi teknis berlangsung lebih fleksibel dan real-time.

Acara NGOPI kali ini juga memperlihatkan bagaimana TMA terus mendorong tim internal untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi terbaru, khususnya di bidang AI dan software engineering. Penggabungan React Native dengan AI-assisted development dinilai menjadi salah satu arah pengembangan yang sangat relevan untuk masa depan industri aplikasi mobile.

Di akhir acara, banyak peserta menyampaikan ketertarikannya untuk mendalami penggunaan AI dalam workflow development sehari-hari. Tidak sedikit pula yang mulai membayangkan bagaimana tools seperti TRAE dan AI coding assistant lainnya dapat diintegrasikan ke dalam proses pengembangan produk-produk internal TMA ke depan.

Melalui NGOPI, TMA kembali menunjukkan bahwa proses belajar teknologi tidak harus selalu formal dan kaku. Dengan pendekatan yang lebih terbuka, santai, dan kolaboratif, transfer knowledge justru menjadi lebih efektif dan menyenangkan.

NGOPI bukan sekadar forum diskusi teknis, tetapi juga menjadi simbol kultur perusahaan yang terus tumbuh bersama teknologi, komunikasi, dan semangat belajar tanpa henti.