TMA Gelar Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H: Meneguhkan Keyakinan, Kebersamaan, dan Ikhtiar Menuju Keberkahan

Pada Jumat sore, 19 Juni 2026, keluarga besar PT Tech Mayantara Asia (TMA) menyelenggarakan kegiatan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang berlangsung di kantor TMA Bandung. Acara dimulai pukul 17.00 WIB setelah berakhirnya aktivitas kerja harian dan dihadiri oleh seluruh kru TMA dari berbagai unit kerja. Kehadiran acara ini terasa semakin istimewa karena beberapa anggota tim yang bertugas di Jakarta turut menyempatkan hadir secara langsung untuk mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Momentum Tahun Baru Islam kali ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial perusahaan, melainkan menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat nilai-nilai keimanan, kebersamaan, dan tujuan yang selama ini menjadi fondasi perjalanan TMA. Di tengah dinamika industri teknologi yang terus bergerak cepat dan penuh tantangan, seluruh peserta diajak untuk kembali mengingat bahwa ada banyak hal dalam kehidupan yang berada di luar kendali manusia dan membutuhkan keyakinan serta keberserahan kepada Allah Ta’ala.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dari Surat An-Nahl ayat 96 hingga 100. Lantunan ayat yang dibacakan dengan khidmat menghadirkan suasana tenang dan penuh perenungan. Ayat-ayat tersebut mengingatkan bahwa apa yang ada di sisi manusia akan lenyap, sedangkan apa yang ada di sisi Allah akan tetap kekal. Pesan ini menjadi landasan utama dari tema yang diangkat dalam peringatan Tahun Baru Islam kali ini.
Dalam sambutannya, Direktur Utama TMA, Deden Himawan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk ikhtiar bersama untuk memohon penjagaan dan pertolongan Allah Ta’ala dalam menjalani perjalanan perusahaan maupun kehidupan pribadi setiap individu yang menjadi bagian dari TMA.
Beliau menyampaikan bahwa saat ini dan di masa mendatang terdapat begitu banyak hal yang tidak dapat dikendalikan sepenuhnya oleh manusia. Perubahan ekonomi global, perkembangan teknologi yang sangat cepat, dinamika bisnis, hingga berbagai peristiwa kehidupan pribadi merupakan contoh nyata bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam mengatur seluruh aspek kehidupannya.
"Oleh karena itu, kita perlu menyadari bahwa apa yang berasal dari Allah adalah kekal, dan apa yang ada di sisi-Nya adalah jauh lebih baik. Di situlah fungsi keyakinan, keimanan, dan keberserahdirian kepada Allah Ta’ala," ujar Deden dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Deden juga mengajak seluruh peserta untuk kembali mengingat niat awal ketika TMA didirikan. Menurutnya, sejak awal perusahaan ini tidak hanya dibangun sebagai tempat bekerja atau mencari nafkah semata, tetapi juga sebagai wadah bagi orang-orang yang memiliki tujuan bersama, yaitu membangun kehidupan yang berkah, baik secara lahir maupun batin, untuk kepentingan dunia maupun akhirat.
Beliau menjelaskan bahwa keberhasilan perusahaan tidak semata-mata diukur dari pencapaian bisnis, pertumbuhan pendapatan, atau jumlah proyek yang berhasil diselesaikan. Lebih dari itu, keberhasilan sejati adalah ketika perusahaan mampu menjadi sarana bagi para individu di dalamnya untuk tumbuh, berkembang, dan memperoleh kehidupan yang baik sesuai dengan tuntunan agama.
Dalam kesempatan tersebut, Deden mengutip kandungan Surat An-Nahl ayat 97 yang menyatakan bahwa siapa saja yang beriman dan beramal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, maka Allah akan memberikan kehidupan yang baik serta balasan yang lebih baik atas apa yang telah mereka kerjakan.
Menurut beliau, konsep amal saleh tidak selalu harus dipahami dalam konteks ibadah ritual semata. Dalam lingkungan profesional, amal saleh dapat diwujudkan melalui pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, penuh tanggung jawab, memberikan manfaat bagi orang lain, dan sesuai dengan kapasitas serta amanah yang diberikan kepada masing-masing individu.
Karena itu, salah satu agenda penting perusahaan dalam waktu dekat adalah melakukan pemetaan kompetensi dan potensi sumber daya manusia secara lebih terstruktur. Tujuannya bukan semata-mata untuk kepentingan organisasi, tetapi juga agar setiap individu dapat berkembang sesuai dengan bakat, kemampuan, minat, dan kapasitas yang dimilikinya.
Deden menjelaskan bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan peran yang berbeda. Ketika seseorang ditempatkan pada posisi yang tepat dan diberikan ruang untuk berkembang sesuai potensinya, maka bukan hanya perusahaan yang akan mendapatkan manfaat, tetapi juga individu tersebut akan merasakan kenyamanan, kebermaknaan, dan pertumbuhan yang lebih baik dalam perjalanan karier maupun kehidupannya.
Selain membahas pengembangan sumber daya manusia, Deden juga menyampaikan perkembangan penting terkait tata kelola perusahaan. Dalam rangka meningkatkan kualitas proses bisnis dan pelayanan, TMA saat ini mulai merintis implementasi dan persiapan menuju sertifikasi ISO 9001.
Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membangun sistem manajemen mutu yang lebih baik, terdokumentasi, terukur, dan berkelanjutan. Dengan adanya standar yang jelas, diharapkan seluruh proses kerja dapat berjalan lebih efektif sekaligus mendukung pertumbuhan perusahaan secara sehat dan profesional.
Meskipun tema yang dibahas cukup mendalam dan sarat makna, suasana acara tetap berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para kru dari berbagai divisi terlihat saling berinteraksi dan berdiskusi mengenai berbagai hal, mulai dari pekerjaan, pengembangan diri, hingga harapan-harapan yang ingin dicapai bersama di masa mendatang.
Kehadiran rekan-rekan dari Jakarta juga memberikan nuansa tersendiri. Di tengah kesibukan proyek dan aktivitas masing-masing, kehadiran mereka menjadi simbol kuat bahwa TMA bukan sekadar organisasi kerja, melainkan sebuah komunitas yang dibangun atas dasar tujuan dan nilai yang sama.
Momentum Tahun Baru Islam ini juga menjadi pengingat bahwa perjalanan sebuah perusahaan pada hakikatnya adalah perjalanan bersama para individu yang ada di dalamnya. Ketika individu-individu tersebut tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, memiliki kompetensi yang terus berkembang, serta menjaga nilai-nilai keimanan dalam setiap aktivitasnya, maka perusahaan pun akan tumbuh menjadi organisasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Setelah seluruh rangkaian sambutan dan refleksi selesai, acara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk memohon keberkahan, perlindungan, kemudahan, serta petunjuk Allah Ta’ala bagi seluruh keluarga besar TMA dalam menghadapi berbagai tantangan dan peluang di masa depan.
Sebagai penutup, dilakukan prosesi potong tumpeng yang menjadi simbol rasa syukur atas berbagai nikmat, pencapaian, dan perjalanan yang telah dilalui bersama selama ini. Potong tumpeng juga menjadi simbol harapan agar TMA senantiasa diberikan keberkahan, kemudahan, dan kemampuan untuk terus memberikan manfaat yang lebih luas bagi para karyawan, pelanggan, mitra, serta masyarakat.
Melalui peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini, TMA kembali menegaskan bahwa pertumbuhan perusahaan tidak hanya dibangun melalui teknologi, strategi bisnis, dan inovasi, tetapi juga melalui nilai-nilai keimanan, kebersamaan, dan tujuan hidup yang lebih besar. Dengan fondasi tersebut, TMA berharap dapat terus melangkah maju sebagai perusahaan yang tidak hanya bertumbuh secara profesional, tetapi juga menghadirkan keberkahan bagi seluruh pihak yang menjadi bagian dari perjalanannya.

