TMA Hadiri Computing Project Exhibition Telkom University 2026: Memperkuat Sinergi Industri dan Akademisi dalam Melahirkan Inovasi Digital

Pada Kamis, 25 Juni 2026, PT Tech Mayantara Asia (TMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan talenta digital Indonesia melalui partisipasinya dalam Computing Project Exhibition 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Informatika Telkom University. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB di Lantai 1 Gedung Fakultas Informatika Telkom University tersebut menjadi ajang pameran sekaligus penilaian berbagai karya inovatif mahasiswa yang telah dikembangkan selama proses perkuliahan.
Computing Project Exhibition merupakan salah satu agenda akademik tahunan Telkom University yang mempertemukan dunia pendidikan dengan dunia industri. Pada kegiatan ini, sebanyak 40 tim mahasiswa menampilkan produk digital terbaik hasil pengembangan mereka kepada dosen, praktisi industri, mentor, serta dewan juri. Seluruh proyek dipresentasikan secara langsung melalui sesi demonstrasi, diskusi teknis, dan evaluasi produk, sehingga peserta memperoleh masukan yang komprehensif dari berbagai perspektif.
Bagi TMA, kehadiran dalam kegiatan ini bukan sekadar memenuhi undangan sebagai tamu industri. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wujud nyata dari komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem kolaborasi antara dunia akademik dan industri teknologi. Selama beberapa bulan terakhir, TMA turut berperan sebagai mitra industri yang memberikan pendampingan kepada salah satu tim peserta yang mengembangkan produk Briefly, sebuah platform berbasis Artificial Intelligence yang dirancang untuk melakukan analisis berita digital, menghasilkan ringkasan otomatis, melakukan analisis sentimen, hingga memberikan prediksi dampak terhadap berbagai sektor industri.
Melalui proses mentoring tersebut, TMA memberikan berbagai masukan mulai dari penyempurnaan arsitektur sistem, pendekatan pengembangan produk, validasi kebutuhan pengguna, hingga perspektif implementasi teknologi yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. Pendampingan ini diharapkan mampu menjembatani teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan tantangan nyata yang akan dihadapi mahasiswa ketika memasuki dunia profesional.
Untuk mewakili perusahaan dalam kegiatan tersebut, TMA mengutus tiga orang perwakilan yang selama ini aktif terlibat dalam pembinaan mahasiswa maupun pengembangan produk perusahaan, yaitu Salman Artadi, Randy Rahman, dan Faisal Tahir. Ketiganya hadir sebagai representasi TMA sekaligus sebagai mentor industri yang mengikuti perkembangan berbagai proyek mahasiswa sejak tahap awal hingga presentasi akhir.
Kehadiran para mentor dari TMA disambut antusias oleh mahasiswa. Selama sesi pameran berlangsung, mereka berkeliling mengunjungi berbagai stan peserta untuk melihat secara langsung implementasi solusi yang dikembangkan. Tidak hanya memberikan apresiasi terhadap hasil karya mahasiswa, tim TMA juga berdiskusi mengenai berbagai aspek teknis, mulai dari arsitektur aplikasi, pengalaman pengguna (user experience), pemanfaatan kecerdasan buatan, strategi deployment, hingga peluang pengembangan produk menjadi solusi yang benar-benar siap digunakan oleh industri.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian khusus adalah Briefly, produk yang selama proses pengembangannya mendapatkan pendampingan dari TMA. Platform ini dirancang untuk membantu pengguna menghadapi fenomena information overload melalui teknologi Artificial Intelligence yang mampu melakukan agregasi berita, pengelompokan topik, analisis sentimen, peringkasan otomatis, hingga identifikasi dampak terhadap sektor-sektor tertentu. Produk tersebut menunjukkan bagaimana mahasiswa mampu mengombinasikan berbagai teknologi modern seperti Natural Language Processing (NLP), Large Language Model (LLM), machine learning, dan web engineering ke dalam sebuah solusi yang memiliki nilai praktis.
Menurut tim mentor TMA, salah satu kekuatan utama Briefly adalah keberhasilannya mengintegrasikan pendekatan engineering dengan pemahaman terhadap kebutuhan pengguna. Tidak hanya fokus pada implementasi teknologi, tim mahasiswa juga berusaha memahami bagaimana sebuah produk dapat memberikan manfaat nyata dalam membantu analis, peneliti, media, maupun pengambil kebijakan dalam memperoleh informasi yang lebih cepat dan terstruktur.
Namun demikian, perhatian TMA tidak hanya tertuju pada satu proyek saja. Selama kegiatan berlangsung, tim juga mengamati berbagai inovasi lain yang dipamerkan oleh peserta. Beragam solusi digital yang ditampilkan menunjukkan tingginya kreativitas mahasiswa Telkom University dalam menjawab berbagai tantangan di bidang pendidikan, kesehatan, bisnis, keamanan informasi, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence untuk berbagai kebutuhan masyarakat.
Bagi TMA, kegiatan seperti Computing Project Exhibition memiliki nilai strategis yang sangat besar. Dunia teknologi berkembang sangat cepat sehingga perusahaan tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan dunia pendidikan. Sebaliknya, perguruan tinggi juga memerlukan masukan dari industri agar materi pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Kolaborasi inilah yang diyakini mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi secara profesional sejak hari pertama memasuki dunia kerja.
Sejalan dengan filosofi perusahaan, TMA percaya bahwa proses belajar tidak berhenti setelah seseorang lulus dari perguruan tinggi. Budaya sebagai insan pembelajar menjadi salah satu nilai yang terus dikembangkan, baik di lingkungan internal perusahaan maupun melalui berbagai program kolaborasi dengan institusi pendidikan. Program mentoring mahasiswa, magang, praktik kerja lapangan, penelitian bersama, hingga kegiatan knowledge sharing menjadi bagian dari komitmen tersebut.
Kehadiran Salman Artadi, Randy Rahman, dan Faisal Tahir dalam Computing Project Exhibition juga menjadi representasi bagaimana engineer di TMA tidak hanya berperan sebagai pengembang teknologi, tetapi juga sebagai pembimbing dan fasilitator bagi generasi muda. Melalui interaksi langsung dengan mahasiswa, pengalaman implementasi proyek nyata dapat dibagikan sehingga peserta memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai bagaimana sebuah solusi dikembangkan mulai dari tahap ide hingga siap digunakan oleh pengguna.
Selain memperkuat hubungan dengan Telkom University, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa depan. Berbagai diskusi yang berlangsung selama pameran menunjukkan banyaknya potensi riset terapan, pengembangan produk bersama, maupun inkubasi inovasi yang dapat dilakukan secara berkelanjutan antara dunia akademik dan industri.
Melihat antusiasme peserta serta kualitas berbagai proyek yang dipresentasikan, TMA optimistis bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia muda yang sangat potensial untuk menjadi motor penggerak transformasi digital nasional. Yang dibutuhkan adalah ruang kolaborasi yang sehat, kesempatan untuk bereksperimen, serta pendampingan dari praktisi industri agar inovasi yang lahir tidak berhenti sebagai tugas akademik, tetapi mampu berkembang menjadi solusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Partisipasi TMA dalam Computing Project Exhibition 2026 menjadi salah satu bukti nyata bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan industri bukan sekadar slogan, melainkan sebuah investasi jangka panjang dalam membangun ekosistem teknologi Indonesia. Ketika akademisi menghasilkan ide-ide segar dan industri menghadirkan pengalaman implementasi nyata, maka akan lahir inovasi yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pasar.
Melalui kolaborasi seperti ini, TMA berharap hubungan yang telah terjalin dengan Telkom University dapat terus berkembang. Bersama-sama, dunia akademik dan industri dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih aplikatif, mempercepat lahirnya talenta digital berkualitas, sekaligus menghadirkan solusi-solusi teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha, pemerintahan, dan masyarakat Indonesia.


