Kembali ke halaman insight

TeMA Ecosystem Perkuat Pelindungan Data Pribadi melalui Enkripsi

Admin
Diterbitkan 26 Oktober 2026
0 dilihat
0 dibagikan
Bagikan:
TeMA Ecosystem Perkuat Pelindungan Data Pribadi melalui Enkripsi

Bandung, Oktober 2026 — PT Tech Mayantara Asia (TMA) terus memperkuat aspek keamanan dan pelindungan data dalam pengembangan TeMA Ecosystem. Melalui penerapan teknologi enkripsi dan pengelolaan kunci kriptografi, TMA membangun lapisan keamanan untuk membantu melindungi data pribadi yang diproses oleh platform maupun aplikasi di dalam ekosistem TeMA.

Pendekatan ini merupakan bagian dari upaya TMA menyelaraskan pengembangan teknologi dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Dalam implementasi teknisnya, TMA memanfaatkan Thales sebagai solusi komersial berlisensi dan OpenBao sebagai solusi open-source untuk mendukung kebutuhan enkripsi serta pengelolaan rahasia dan kunci keamanan.

Bagi TMA, keamanan data bukan sekadar fitur tambahan dalam aplikasi. Pelindungan data perlu menjadi bagian dari arsitektur sistem sejak proses perancangan, pengembangan, integrasi, hingga operasional layanan.

Memahami UU Pelindungan Data Pribadi

UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi merupakan landasan hukum Indonesia dalam mengatur pemrosesan data pribadi dan melindungi hak individu atas data yang berkaitan dengan dirinya. Undang-undang ini berlaku sejak 17 Oktober 2022 dan mengatur berbagai aspek, mulai dari hak subjek data pribadi, dasar dan tata cara pemrosesan, kewajiban pengendali serta prosesor data, hingga sanksi atas pelanggaran.

Data pribadi tidak terbatas pada nomor identitas atau alamat. Informasi seperti nama lengkap, kewarganegaraan, status perkawinan, serta informasi lain yang dapat mengidentifikasi seseorang termasuk dalam cakupan pelindungan. UU PDP juga mengatur kategori data pribadi spesifik, antara lain data kesehatan, biometrik, genetika, dan keuangan pribadi.

Dalam konteks aplikasi bisnis, ketentuan tersebut relevan untuk sistem yang mengelola informasi karyawan, pelanggan, pengguna, maupun pihak lain yang datanya diproses. Penggunaan data perlu memiliki dasar yang sah, tujuan yang jelas, dan mekanisme pelindungan yang sesuai.

Karena itu, kepatuhan terhadap UU PDP tidak cukup diwujudkan melalui kebijakan tertulis saja. Organisasi juga membutuhkan kontrol teknis dan operasional yang membantu mencegah akses tanpa kewenangan, mengurangi risiko kebocoran, serta mendukung akuntabilitas dalam pengelolaan data.

OpenBao: Alternatif Open-Source untuk Pengelolaan Rahasia

TMA memanfaatkan OpenBao sebagai pilihan open-source dalam mendukung kebutuhan pengelolaan rahasia (secrets management) dan fungsi kriptografi.

OpenBao menyediakan Transit Secrets Engine yang dapat digunakan sebagai layanan enkripsi. Aplikasi dapat mengirimkan data untuk dienkripsi dan menerima hasil enkripsinya tanpa harus menyimpan kunci kriptografi secara langsung di dalam kode aplikasi. Data terenkripsi selanjutnya disimpan oleh sistem yang mengelola data tersebut. OpenBao juga mendukung pengelolaan versi kunci dan rotasi kunci.

Kapabilitas ini relevan untuk aplikasi yang membutuhkan perlindungan terhadap data sensitif, kredensial, dan rahasia sistem. Dengan pengaturan kebijakan akses yang tepat, penggunaan OpenBao dapat membantu memisahkan kewenangan aplikasi dalam menggunakan layanan kriptografi dari kewenangan administrator yang mengelola kunci.

Selain solusi OpenBao, TMA juga menyediakan solusi dengan Thales sebagai produk komersial. Pemilihan Thales maupun OpenBao dapat disesuaikan dengan kebutuhan teknis, tingkat risiko, arsitektur, dan pertimbangan biaya. Keduanya mendukung tujuan keamanan yang sama, meskipun kemampuan, model operasional, dan tanggung jawab pengelolaannya perlu dievaluasi sesuai implementasi masing-masing.

Kepatuhan Dibangun dari Teknologi dan Tata Kelola

TMA memandang enkripsi sebagai salah satu lapisan penting dalam penerapan pelindungan data pribadi. Namun, kepatuhan terhadap UU PDP juga membutuhkan tata kelola yang menyeluruh, termasuk penentuan dasar pemrosesan data, pembatasan tujuan penggunaan, pengaturan hak akses, kebijakan retensi dan penghapusan data, pencatatan aktivitas, penanganan insiden, serta pemenuhan hak subjek data.

Penerapan kontrol tersebut perlu disesuaikan dengan peran TMA dalam setiap layanan, baik sebagai pengendali maupun prosesor data, serta ketentuan yang berlaku dalam hubungan dengan pelanggan dan mitra.

Melalui pengembangan TeMA Ecosystem, TMA berupaya mengintegrasikan keamanan ke dalam fondasi teknologi, bukan menempatkannya sebagai tambahan setelah aplikasi selesai dibangun. Kombinasi solusi komersial dan open-source memberi ruang bagi pendekatan yang fleksibel, dengan tetap menempatkan pengelolaan risiko dan tanggung jawab sebagai prioritas.

Pada akhirnya, kepercayaan terhadap teknologi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan fitur, tetapi juga oleh keseriusan dalam menjaga informasi yang dipercayakan kepadanya. Melalui penguatan pelindungan data pribadi, TMA terus berupaya menghadirkan teknologi yang aman, bertanggung jawab, dan berorientasi pada manusia.