Transfer Knowledge Data Ingestion & Data Acquisition di Telkom Corpu

Bandung, 22–23 Oktober 2026 — PT Tech Mayantara Asia (TMA) menyelenggarakan kegiatan Transfer Knowledge Project Data Ingestion & Data Acquisition pada 22–23 Oktober 2026, bertempat di Telkom Corporate University (Telkom Corpu). Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman teknis peserta mengenai pengelolaan, pemrosesan, integrasi, dan pemanfaatan data melalui platform yang telah disiapkan.
Diikuti oleh sekitar 30 peserta, kegiatan berlangsung dengan pendekatan hands-on training, yaitu metode pembelajaran yang menekankan praktik langsung menggunakan platform dan aplikasi yang telah terinstal. Dengan pendekatan ini, peserta tidak hanya memperoleh penjelasan konseptual, tetapi juga berkesempatan menjalankan proses dan mencoba berbagai fungsi secara langsung dalam lingkungan platform.
Materi pelatihan mencakup rangkaian teknologi yang mendukung pengelolaan data modern, mulai dari pengembangan dan pengelolaan kode, otomasi proses, pemrosesan data batch dan streaming, tata kelola data, katalog data, visualisasi, hingga administrasi operasional.
Empat trainer dari TMA bertindak sebagai fasilitator dalam kegiatan ini, yaitu Hansen Tanjung, Akhmad Sofyan, Bambang Subekti, dan Kusumah Sasmita.
Hari Pertama: Git, Jupyter, DevOps, dan Pemrosesan Data
Pada hari pertama, Kamis, 22 Oktober 2026, pembahasan difokuskan pada fondasi teknis pengembangan dan pengelolaan alur pemrosesan data. Materi meliputi Git dan Jupyter, proses DevOps, serta Data Batch Processing dan Data Streaming.
Git diperkenalkan sebagai perangkat untuk mengelola perubahan kode dan mendukung kolaborasi pengembangan. Penggunaan Git membantu tim menjaga riwayat perubahan, menelusuri versi kode, serta mengoordinasikan pekerjaan ketika beberapa orang terlibat dalam pengembangan solusi yang sama.
Sementara itu, Jupyter menjadi bagian dari pembelajaran mengenai lingkungan kerja interaktif untuk menulis dan menjalankan kode, melakukan eksplorasi data, serta menguji proses pengolahan secara bertahap. Kombinasi keduanya memberikan fondasi bagi pengembangan solusi data yang lebih terstruktur dan mudah ditelusuri.
Materi berikutnya membahas proses DevOps, yaitu pendekatan yang menghubungkan aktivitas pengembangan dengan operasional melalui proses kerja yang lebih terotomasi, terukur, dan konsisten. Dalam pengelolaan platform data, pendekatan ini relevan untuk membantu menjaga keteraturan perubahan aplikasi, pengujian, dan penerapan konfigurasi.
Perhatian khusus diberikan pada Data Batch Processing dan Data Streaming, dua pendekatan utama yang didukung oleh TeMA Data Flow.
Batch processing digunakan untuk mengolah data yang dikumpulkan dalam kelompok atau periode tertentu. Pendekatan ini sesuai untuk kebutuhan seperti pemrosesan data terjadwal, pembaruan dataset, dan pengolahan data dalam jumlah besar berdasarkan jadwal yang ditentukan.
Sebaliknya, data streaming memungkinkan pemrosesan data secara berkelanjutan ketika data tersedia atau diterima dari sumbernya. Pendekatan ini relevan untuk kebutuhan yang memerlukan pembaruan informasi lebih cepat dan pemantauan data secara berkesinambungan.
Melalui praktik langsung, peserta mempelajari perbedaan karakteristik kedua pendekatan tersebut sekaligus memahami perannya dalam membangun alur akuisisi dan pemrosesan data. Pembahasan ini menjadi bagian penting untuk memahami bagaimana TeMA Data Flow dapat digunakan dalam mendukung kebutuhan integrasi data, baik melalui mekanisme batch maupun streaming.

Hari Kedua: Data Governance, Data Catalog, dan Operasional
Pada Jumat, 23 Oktober 2026, kegiatan dilanjutkan dengan materi Data Governance dan Data Catalog, Data Visualization, serta Admin Operasional.
Materi Data Governance membahas pentingnya tata kelola dalam memastikan data dikelola secara konsisten, dapat dipahami, dan digunakan sesuai kebutuhan. Tata kelola data tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga menyangkut kebijakan, peran dan tanggung jawab, standar, kualitas data, serta pengaturan akses.
Selanjutnya, Data Catalog dibahas sebagai pendekatan untuk membantu pengguna menemukan dan memahami data yang tersedia. Katalog data dapat menyediakan informasi mengenai dataset, deskripsi, sumber, struktur, dan metadata yang diperlukan agar data lebih mudah diidentifikasi serta dimanfaatkan oleh pihak yang berwenang.
Kehadiran tata kelola dan katalog data melengkapi proses akuisisi dan pemrosesan data. Data yang berhasil dikumpulkan dan diolah perlu disertai informasi yang memadai agar pengguna mengetahui konteksnya dan dapat menilai kesesuaiannya untuk kebutuhan tertentu.
Materi Data Visualization memperkenalkan aspek penyajian informasi melalui visualisasi, seperti grafik, indikator, dan dashboard. Visualisasi membantu menerjemahkan data menjadi informasi yang lebih mudah dibaca dan digunakan dalam analisis maupun pengambilan keputusan.
Adapun materi Admin Operasional berfokus pada aspek administrasi dan pengelolaan operasional platform. Pemahaman terhadap fungsi administrasi diperlukan untuk mendukung penggunaan platform secara tertib, pemeliharaan lingkungan kerja, serta pelaksanaan aktivitas operasional sesuai kewenangan yang diberikan.
Hands-On Training untuk Memperkuat Kesiapan Teknis
Salah satu karakteristik utama kegiatan ini adalah penerapan metode hands-on. Seluruh materi dirancang agar peserta dapat langsung mencoba fungsi dan proses di dalam platform yang telah terinstal, bukan sekadar mengikuti pemaparan melalui presentasi.
Pendekatan tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk menghubungkan konsep dengan praktik, memahami alur kerja antarkomponen, serta memperoleh pengalaman langsung dalam menggunakan perangkat yang menjadi bagian dari ekosistem pengelolaan data.
Dengan jumlah peserta sekitar 30 orang, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk berbagi pemahaman teknis dan membangun kesamaan perspektif mengenai proses Data Acquisition dan Data Ingestion. Peran Hansen Tanjung, Akhmad Sofyan, Bambang Subekti, dan Kusumah Sasmita sebagai trainer TMA membantu memfasilitasi penyampaian materi sesuai topik yang dibahas selama dua hari pelaksanaan.

Membangun Kapabilitas Pengelolaan Data
Melalui kegiatan Transfer Knowledge Project Data Ingestion & Data Acquisition, TMA menempatkan penguatan pengetahuan dan keterampilan teknis sebagai bagian penting dalam pengembangan solusi data. Penguasaan teknologi perlu berjalan beriringan dengan pemahaman proses, tata kelola, dan operasional agar platform dapat dimanfaatkan secara optimal.
Rangkaian materi selama dua hari memperlihatkan keterkaitan antara pengembangan kode, otomasi proses, pemrosesan data, tata kelola, katalogisasi, visualisasi, dan administrasi operasional. Seluruh aspek tersebut membentuk rangkaian kapabilitas yang diperlukan dalam pengelolaan data modern.
Bagi TMA, transfer knowledge bukan hanya proses menyampaikan pengetahuan mengenai aplikasi, melainkan juga upaya membangun pemahaman bersama tentang bagaimana teknologi digunakan dalam proses kerja sehari-hari. Dengan pembelajaran berbasis praktik langsung, peserta diharapkan memiliki bekal yang lebih baik untuk memahami dan menjalankan fungsi-fungsi platform sesuai kebutuhan operasional.
Kegiatan di Telkom Corpu ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan teknis dalam pengelolaan Data Acquisition dan Data Ingestion, sekaligus mendukung pemanfaatan TeMA Data Flow sebagai platform untuk mengorkestrasi proses pemrosesan data batch dan streaming.