TMA Sambut Kunjungan Dosen IPI Garut, Perkuat Sinergi Dunia Pendidikan dan Industri

Bandung, 8 September 2026 — Tech Mayantara Asia (TMA) kembali menerima kunjungan dari dunia pendidikan. Kali ini, empat dosen dari Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut berkunjung ke TMA dalam rangka silaturahmi sekaligus melihat secara langsung perkembangan empat mahasiswa IPI Garut yang saat ini sedang menjalani program magang di lingkungan perusahaan.
Keempat dosen tersebut adalah Purnomo Sidiq, M.Kom., Rd Muhammad Sopian Putra Pratama, M.Kom., M.Ds., Dr. Elin Rosliani, M.Pd., M.Kom., dan Auliya Hasna Ramadhani, S.H.Int. Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi pihak kampus untuk memperoleh gambaran secara langsung mengenai pengalaman mahasiswa selama berada di lingkungan industri, sekaligus mempererat hubungan yang selama ini telah terjalin antara IPI Garut dan TMA.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan dosen berdiskusi bersama Randy Rahman, Head of Tech. Strategy & Innovation TMA, yang turut mewakili perusahaan dalam membahas perkembangan para mahasiswa. Diskusi berlangsung secara terbuka dan santai, mulai dari kabar mahasiswa, pengalaman mereka selama menjalani kegiatan magang, hingga perkembangan pekerjaan dan pembelajaran yang mereka peroleh selama berada di TMA.
Bagi TMA, program magang tidak semata-mata dipandang sebagai aktivitas mahasiswa untuk memenuhi kewajiban akademik. Lebih dari itu, magang merupakan bagian dari proses mempertemukan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan pengalaman nyata di dunia kerja. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk melihat bagaimana sebuah organisasi teknologi bekerja, bagaimana sebuah kebutuhan diterjemahkan menjadi solusi, serta bagaimana komunikasi dan kolaborasi menjadi bagian penting dalam menyelesaikan pekerjaan.
Pertemuan dengan para dosen menjadi semakin menarik karena pembahasan tidak hanya berfokus pada aktivitas mahasiswa, tetapi juga berkembang pada bagaimana dunia pendidikan dan industri dapat saling melengkapi. Kampus memiliki peran penting dalam membangun fondasi pengetahuan dan kemampuan akademik mahasiswa, sementara industri memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menguji, menerapkan, dan mengembangkan kemampuan tersebut melalui pengalaman nyata.
Suasana pertemuan pun berlangsung hangat dan penuh keakraban. Diskusi sesekali diwarnai obrolan ringan mengenai pengalaman mahasiswa selama magang, lingkungan kerja, serta berbagai hal yang mereka temui dalam proses belajar di TMA. Nuansa informal tersebut membuat pertemuan terasa seperti sebuah silaturahmi, bukan sekadar agenda kunjungan institusi.
Menariknya, rombongan dosen juga membawa buah tangan berupa kopi asli Garut. Pemberian tersebut menjadi sentuhan sederhana yang semakin menambah kehangatan pertemuan. Kopi Garut bukan hanya menjadi buah tangan, tetapi juga menghadirkan simbol kedekatan dan penghargaan dalam hubungan antara kedua institusi.
Bagi TMA, interaksi seperti ini merupakan bagian penting dari upaya membangun hubungan yang lebih dekat dengan institusi pendidikan. Perusahaan membutuhkan talenta yang memiliki dasar pengetahuan kuat, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar. Di sisi lain, mahasiswa membutuhkan lingkungan yang memungkinkan mereka memahami bagaimana ilmu dan keterampilan yang dipelajari dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan nyata.
Karena itu, komunikasi antara kampus dan perusahaan perlu dibangun secara berkelanjutan. Bukan hanya ketika mahasiswa mulai atau selesai magang, tetapi juga melalui diskusi, pertukaran pengetahuan, penelitian, pengembangan kompetensi, hingga berbagai bentuk kolaborasi lainnya.
Pada kesempatan yang sama, pertemuan juga membahas rencana kerja sama yang lebih formal antara IPI Garut dan TMA melalui Memorandum of Understanding (MoU). Pembahasan tersebut mencakup proses kerja sama antara kedua pihak, termasuk permohonan dukungan serta tanda tangan dari pihak perusahaan sebagai bagian dari proses administrasi dan penguatan hubungan kelembagaan.
Rencana MoU tersebut menjadi langkah positif untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang. Kerja sama antara perguruan tinggi dan industri dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk, mulai dari program magang dan praktik kerja, pengembangan kompetensi mahasiswa, sharing knowledge, hingga peluang kolaborasi dalam bidang teknologi dan riset.
Bagi TMA, keterlibatan dengan dunia pendidikan sejalan dengan semangat perusahaan untuk terus tumbuh sebagai organisasi pembelajar. Teknologi berkembang sangat cepat, sehingga proses belajar tidak dapat berhenti hanya karena seseorang telah menyelesaikan pendidikan formal. Sebaliknya, pembelajaran perlu terus berlangsung melalui pengalaman, diskusi, eksperimen, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Kunjungan empat dosen IPI Garut pada 8 September 2026 menjadi salah satu contoh sederhana bagaimana hubungan pendidikan dan industri dapat dibangun melalui komunikasi yang hangat dan terbuka. Dari sebuah kunjungan dan silaturahmi, muncul ruang untuk saling memahami, mengevaluasi pengalaman mahasiswa, sekaligus membicarakan peluang kerja sama yang lebih panjang.
Pertemuan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara para dosen dan perwakilan pembimbing mahasiswa magang dari TMA. Sebuah momen sederhana, tetapi menjadi penanda dari hubungan yang terus dibangun bersama—bahwa pendidikan dan industri bukan dua dunia yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan dua ekosistem yang dapat saling menguatkan dalam menyiapkan generasi yang mampu belajar, berkarya, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.