TMA Gelar Workshop Pengembangan Intelligent Decision Support System Berbasis TeMA Civic untuk Mendorong Pelayanan Publik Berorientasi Dampak

Bandung, 9 Oktober 2026 — PT Tech Mayantara Asia (TMA) menyelenggarakan workshop pengembangan Intelligent Decision Support System (IDSS) berbasis TeMA Civic di kantor TMA, Summarecon Bandung, pada Jumat, 9 Oktober 2026. Workshop ini menjadi ruang kolaborasi untuk merumuskan pendekatan teknologi yang dapat membantu pemerintah daerah dan pemerintah kota meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pengelolaan data yang terintegrasi dan pengambilan keputusan berbasis informasi.
Gagasan utama yang melandasi pengembangan TeMA Civic dan IDSS adalah mendorong perubahan cara pemerintah mengukur kinerja pembangunan. Keberhasilan program pemerintah tidak semestinya hanya dilihat dari besarnya anggaran yang terserap atau banyaknya kegiatan yang terlaksana. Ukuran yang lebih mendasar adalah sejauh mana kebijakan dan penggunaan anggaran tersebut menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai pusat dari proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan. Dengan demikian, teknologi tidak hanya berfungsi sebagai sarana administrasi atau pelaporan, tetapi juga sebagai instrumen untuk memahami kebutuhan warga, menentukan prioritas, mengevaluasi hasil program, dan memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan.
Dari Penyerapan Anggaran Menuju Dampak bagi Masyarakat
Dalam praktik pemerintahan, data mengenai anggaran, program, kegiatan, dan kondisi masyarakat sering kali tersebar di berbagai sistem dan perangkat daerah. Kondisi tersebut dapat menyulitkan proses konsolidasi informasi, analisis lintas sektor, serta evaluasi hubungan antara belanja pemerintah dan hasil yang dirasakan masyarakat.
Melalui gagasan pengembangan IDSS berbasis TeMA Civic, TMA mendorong terbentuknya pendekatan yang menghubungkan data, kebijakan, dan indikator kinerja dalam satu kerangka pengambilan keputusan. Pemerintah daerah diharapkan dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi wilayahnya, kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian, serta efektivitas program yang telah dijalankan.
Dengan pendekatan tersebut, evaluasi pembangunan dapat bergerak melampaui pertanyaan mengenai berapa besar anggaran yang telah dibelanjakan. Pemerintah juga perlu melihat siapa yang menerima manfaat, persoalan apa yang berhasil diselesaikan, dan perubahan apa yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.
IDSS diharapkan dapat membantu proses tersebut melalui penyajian informasi yang lebih terstruktur dan mendukung analisis bagi para pengambil keputusan. Teknologi menjadi penghubung antara data operasional pemerintahan dan kebutuhan strategis dalam merumuskan kebijakan publik.
TeMA Civic sebagai Fondasi Integrasi Data Pemerintahan
Salah satu gagasan penting dalam workshop ini adalah penggunaan data kependudukan sebagai baseline untuk memahami kondisi masyarakat. Integrasi dengan data dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), sesuai dengan kewenangan dan mekanisme akses yang berlaku, diharapkan dapat membantu pemerintah membangun gambaran yang lebih konsisten mengenai penduduk dan wilayah pelayanan.
Baseline tersebut dapat menjadi fondasi bagi pengembangan analisis yang menghubungkan karakteristik penduduk, kebutuhan pelayanan, program pemerintah, serta hasil yang ingin dicapai. Dengan data yang terintegrasi, pemerintah memiliki peluang lebih besar untuk menyusun prioritas berdasarkan kondisi faktual, bukan semata-mata berdasarkan asumsi atau laporan yang terpisah.
Dalam kerangka ini, TeMA Civic diposisikan sebagai fondasi awal bagi pengembangan IDSS. TeMA Civic menjadi titik awal untuk membangun lingkungan data dan layanan pemerintahan yang lebih terstruktur, sedangkan IDSS diarahkan untuk memperkuat kemampuan analisis dan mendukung proses pengambilan keputusan.
Visi jangka panjangnya adalah mewujudkan satu sumber data yang konsisten sebagai acuan bersama, atau single source of truth, bagi proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Integrasi ini juga diharapkan dapat memperkuat transparansi anggaran dengan menghubungkan alokasi dan realisasi belanja dengan program, indikator kinerja, serta dampak yang ingin dicapai.
Tentu, integrasi data pemerintahan perlu dibangun dengan memperhatikan tata kelola data, kualitas informasi, hak akses, perlindungan data pribadi, dan keamanan sistem. Aspek-aspek tersebut menjadi bagian penting agar pemanfaatan teknologi dapat berlangsung secara bertanggung jawab dan meningkatkan kepercayaan publik.
Mempertemukan Perspektif Kebijakan, Bisnis, dan Teknologi
Workshop ini mempertemukan tiga perspektif yang saling melengkapi dalam pengembangan solusi pemerintahan digital.
Bapak Randy R. Wrihatnolo, sebagai ahli kebijakan publik, membawa perspektif mengenai arah kebijakan, indikator kinerja, dan pentingnya memastikan bahwa program pemerintah berorientasi pada hasil yang dirasakan masyarakat.
Bapak Anwar Sadat, Business Analyst sekaligus Head of Partnership & Ecosystem TMA, berperan dalam menjembatani kebutuhan pemangku kepentingan dengan rancangan solusi. Perspektif analisis bisnis diperlukan agar kebutuhan pemerintah daerah dapat diterjemahkan menjadi proses, kebutuhan data, dan kapabilitas sistem yang relevan.
Sementara itu, Randy Rahman, Solution Architect sekaligus Head of Technology Strategy & Innovation TMA, membawa perspektif arsitektur solusi dan strategi teknologi. Peran ini penting untuk merumuskan bagaimana berbagai sumber data, komponen aplikasi, dan kemampuan analitik dapat dihubungkan dalam arsitektur yang terintegrasi serta dapat dikembangkan secara bertahap.
Pertemuan ketiga perspektif tersebut menegaskan bahwa pengembangan IDSS bukan sekadar pekerjaan membangun aplikasi. Solusi yang bermanfaat membutuhkan keselarasan antara tujuan kebijakan, kebutuhan pengguna, tata kelola data, proses bisnis, dan kesiapan teknologi.
Di samping itu juga hadir Anggi F. Wien, sebagai Head of Professional Services, yang membantu memetakan layanan profesional untuk pemerintah daerah dan pemerintah kota di seluruh Indonesia.
Teknologi untuk Pemerintahan yang Lebih Berdampak
Bagi TMA, workshop ini merupakan bagian dari upaya mengeksplorasi bagaimana teknologi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Pemerintahan digital yang matang tidak cukup hanya memindahkan proses administrasi ke dalam aplikasi. Transformasi yang lebih mendasar terjadi ketika data dapat membantu pemerintah memahami persoalan, mengalokasikan sumber daya secara lebih tepat, dan mengevaluasi dampak kebijakannya secara berkelanjutan.
Melalui pengembangan TeMA Civic dan gagasan IDSS, TMA ingin mendorong pendekatan yang menyatukan data, pelayanan publik, transparansi, dan pengambilan keputusan. Arah pengembangannya adalah membantu pemerintah daerah bergerak dari orientasi administratif menuju tata kelola yang semakin berorientasi pada hasil dan kebutuhan warga.
Pada akhirnya, keberhasilan teknologi pemerintahan bukan hanya ditentukan oleh kecanggihan sistem, tetapi oleh manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Semangat inilah yang menjadi bagian dari komitmen TMA untuk menghadirkan teknologi yang relevan dengan kebutuhan manusia, sejalan dengan prinsip “Technology with True Humanity” dan tagline perusahaan, “Assisting Your Business From The Heart.”