Kembali ke halaman studi kasus

TMA Migrasikan Aplikasi Incentive Sales & Marketing ke TeMA Platform pada 2026

Admin
Diterbitkan 13 Oktober 2026
0 dilihat
0 dibagikan
Bagikan:
TMA Migrasikan Aplikasi Incentive Sales & Marketing ke TeMA Platform pada 2026

Bandung, 2026 — PT Tech Mayantara Asia (TMA) melanjutkan transformasi teknologi melalui migrasi aplikasi Incentive Sales & Marketing (ISM) di PT Telkom, dari technology stack lama ke TeMA Platform pada tahun 2026. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada pemindahan aplikasi ke platform baru, tetapi juga mencakup pengelolaan operasional melalui layanan Managed Service Operation untuk mendukung keberlangsungan layanan dan keandalan sistem.

Aplikasi ISM dikembangkan untuk mendukung pengelolaan insentif tenaga penjualan secara efisien, terintegrasi, dan transparan. Dalam proses bisnis yang melibatkan target penjualan, pencapaian pendapatan, penagihan, serta pemetaan tanggung jawab Account Manager (AM), sistem ini memiliki peran penting dalam memastikan perhitungan insentif dilakukan secara konsisten berdasarkan kinerja yang tercatat.

Migrasi ke TeMA Platform menjadi bagian dari upaya TMA dalam membangun fondasi aplikasi perusahaan yang lebih terintegrasi, terkelola, dan siap dikembangkan sesuai kebutuhan bisnis.

ISM: Menghubungkan Kinerja Penjualan dengan Perhitungan Insentif

Pengelolaan insentif penjualan membutuhkan keterhubungan data yang baik. Perusahaan perlu mengetahui target yang ditetapkan, pencapaian setiap Corporate Customer, serta kontribusi Account Manager yang bertanggung jawab terhadap pelanggan tersebut. Tanpa pengelolaan data dan perhitungan yang terstruktur, proses evaluasi kinerja dan penentuan insentif dapat menjadi kompleks.

ISM dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui pengelolaan data target berdasarkan segmen dan Corporate Customer, pemetaan hubungan antara AM dan pelanggan yang ditanganinya, serta perhitungan kinerja pada tingkat pelanggan maupun Account Manager.

Hasil pengolahan tersebut menjadi dasar dalam menentukan insentif yang berhak diterima oleh setiap AM sesuai dengan ketentuan dan pencapaian yang berlaku. Dengan dukungan sistem, proses perhitungan dapat dijalankan secara otomatis berdasarkan data yang tersedia, sehingga membantu meningkatkan konsistensi, objektivitas, dan keterlacakan proses.

Dari sisi arsitektur, ISM menerima data dari berbagai sumber internal perusahaan, termasuk data target revenue, sales, dan collection. Data tersebut diproses melalui modul pemetaan AM–Customer, kemudian digunakan dalam perhitungan kinerja. Hasil akhirnya disajikan melalui laporan dan dashboard untuk membantu pengguna memahami pencapaian serta mendukung proses evaluasi.

Dengan demikian, ISM bukan sekadar aplikasi untuk menghitung insentif. Sistem ini menjadi bagian dari proses bisnis yang menghubungkan data penjualan, tanggung jawab pengelolaan pelanggan, pencapaian kinerja, dan mekanisme penghargaan kepada tenaga penjualan.

Migrasi ke TeMA Platform: Lebih dari Sekadar Memindahkan Aplikasi

Seiring berkembangnya kebutuhan operasional dan teknologi, keberlanjutan aplikasi bisnis perlu didukung oleh arsitektur yang mampu mengakomodasi pengelolaan transaksi, integrasi antarsistem, dan pemeliharaan aplikasi secara terstruktur.

Salah satu pertimbangan utama dalam migrasi ISM adalah karakteristik proses transaksinya. Karena aplikasi menangani perhitungan insentif yang berkaitan langsung dengan kinerja dan hak yang diterima tenaga penjualan, konsistensi data, keterlacakan perubahan, serta ketersediaan audit trail menjadi aspek yang sangat penting.

Dalam konteks tersebut, migrasi dari technology stack lama ke TeMA Platform diarahkan untuk menyediakan fondasi yang mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan aplikasi secara berkelanjutan. Audit trail membantu proses penelusuran aktivitas dan perubahan data sesuai dengan mekanisme pencatatan yang diterapkan, sehingga dapat mendukung kebutuhan pemeriksaan dan akuntabilitas.

TeMA Platform juga menyediakan kapabilitas yang relevan dengan kebutuhan integrasi dan operasional aplikasi, termasuk publikasi API, pengelolaan workflow, serta eksekusi proses terjadwal melalui mekanisme seperti cron. Kapabilitas tersebut memungkinkan komponen-komponen pendukung aplikasi dikelola dalam lingkungan platform yang lebih terintegrasi.

Publikasi API berperan dalam menghubungkan ISM dengan sistem atau layanan lain sesuai kebutuhan integrasi. Sementara itu, pengelolaan workflow dan proses terjadwal mendukung pelaksanaan aktivitas operasional yang perlu berjalan secara konsisten, termasuk proses yang bergantung pada pembaruan atau pengolahan data secara berkala.

Dengan pendekatan ini, migrasi diharapkan tidak berhenti pada pemindahan aplikasi dari satu lingkungan teknologi ke lingkungan lainnya, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menata kembali cara aplikasi dioperasikan dan dikembangkan.

Migrasi dan Managed Service Operation

Pekerjaan migrasi ISM pada 2026 turut mencakup Managed Service Operation. Pendekatan ini menempatkan pengelolaan operasional sebagai bagian dari keberlanjutan layanan, bukan sekadar aktivitas setelah proses migrasi selesai.

Dalam aplikasi yang mendukung proses bisnis penting seperti perhitungan insentif, keberhasilan implementasi perlu diikuti dengan pemantauan, pemeliharaan, penanganan gangguan, serta evaluasi operasional secara berkelanjutan. Pengelolaan tersebut membantu menjaga agar aplikasi tetap mendukung kebutuhan pengguna dan proses bisnis perusahaan.

Melalui layanan operasional, perhatian tidak hanya diberikan kepada aspek teknis aplikasi, tetapi juga kepada konsistensi proses, kualitas layanan, dan kesiapan sistem dalam menghadapi kebutuhan bisnis yang berkembang. Detail aktivitas operasional dapat diselaraskan dengan ruang lingkup layanan, kebutuhan pengguna, serta kesepakatan tingkat layanan yang berlaku.

Integrasi antara pekerjaan migrasi dan Managed Service Operation juga membuka ruang bagi pendekatan yang lebih berkesinambungan. Pengalaman operasional dapat menjadi masukan untuk perbaikan aplikasi, sementara fondasi platform yang terkelola membantu proses pemeliharaan dan pengembangan berikutnya.

Membangun Fondasi Teknologi yang Berkelanjutan

Bagi TMA, migrasi ISM ke TeMA Platform mencerminkan pentingnya menyelaraskan teknologi dengan karakteristik dan kebutuhan proses bisnis. Aplikasi yang menangani transaksi dan perhitungan insentif memerlukan lebih dari sekadar fungsi yang berjalan. Sistem juga perlu memperhatikan integritas data, keterlacakan aktivitas, integrasi, dan keberlanjutan operasional.

Melalui migrasi dan Managed Service Operation, TMA berupaya mendukung pengelolaan ISM dalam lingkungan teknologi yang lebih terintegrasi dan terstruktur. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun fondasi aplikasi perusahaan yang dapat dipelihara dan dikembangkan mengikuti perubahan kebutuhan bisnis.

Pada akhirnya, transformasi teknologi memiliki nilai ketika mampu memperkuat proses kerja dan memberikan manfaat nyata bagi organisasi maupun penggunanya. Semangat tersebut sejalan dengan komitmen TMA untuk menghadirkan solusi teknologi yang mengutamakan kebutuhan manusia dan keberlanjutan bisnis,